Paper Kewirausahaan Medan,
Juni 2018
WIRAUSAHAWAN : “ NGATMIN AKELARAS”
Dosen Pembimbing :
Dr. Agus Purwoko,
S.Hut., M.Si
Disusun Oleh :
Maisyaroh Hasibuan (171201004)
HUT 2-A
PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita
panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat dan karunia–Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tugas paper Kewirausahaan ini tepat pada waktunya. Paper ini
disusun sebagai salah satu komponen penilaian
mata kuliah Kewirausahaan Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan,
Universitas Sumatera Utara.
Penulis mengucapkan
terimakasih kepada Bapak Dr. Agus Purwoko S.Hut., M.Si yang telah membimbing sehingga tugas ini
dapat selesai. Penyelesaian tugas ini dengan
memperoleh informasi dari berbagai pihak dan sumber dari
buku, asisten serta teman – teman.
Akhir kata penulis
ucapkan terimakasih kepada pihak – pihak yang telah membantu dalam
menyelesaikan tugas ini. Dengan penuh kesadaran mengenai
segala kekurangan penulis siap menerima saran dan kritik demi tugas ini.
Semoga tugas paper ini bermanfaat bagi pembaca maupun pihak
lain.
Medan, Juni 2018
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
Wirausaha
social adalah individu atau kelompok yang menciptakan perubahan bagi masyarakat
dengan menangkap peluang yang hilang dan memperbaiki system
melaluipendekatan-pendekatan baru dan menciptakan solusi untuk mengubah masyarakat
menjadi lebih baik. Kewirausahaan sosial ditakdirkan untuk menjamah masyarakat
yang tidak dijamah oleh kebijakan yang ada.
Kewirausahaan
merupakan suatu proses dinamis untuk menciptakan nilai tambah atas barang dan
jasa serta kemakmuran. Peter F.Drucker(1994) Mendefinisikan kewirausahaan
sebagai kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Thomas
W.Zimmerer (1996;51) mengungkapkan bahwa kewirausahaan merupakan proses penerapan
kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan mencari peluang yang dihadapi
setiap orang dalam kehidupan sehari-hari. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan
untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui pemikiran kreatif dan tindakan
inovatif demi terciptanya peluang. Thomas W.Zimmerer et al(2005) merumuskan manfaat
berwirauaha sebagai berikut:
1. Memberi peluang dan kebebasan untuk mengendalikan nasib sendiri.
2. Memberi peluang melakukan perubahan : Pebisnis menemukan cara
untuk mengombinasikan wujud kepedulian mereka terhadap berbagai masalah ekonomi
dan social dengan harapan akan menjalani kehidupan yang lebih baik
3. Memberi peluang untuk mencapai potensi diri sepenuhnya memiliki
usaha sendiri memberikan kekuasaan, kebangkitan spiritual
dan membuat wirausaha mampu mengikuti minat atau hobinya sendiri.
4. Memiliki peluang untuk meraih keuntungan seoptimal
mungkin
5. Memiliki peluang untuk berperan aktif dalam masyarakat
dan mendapatkan pengakuan atas usahanya
BAB
II
PEMBAHASAN
Profil Ngatmin Akelaras
Ngatmin akelaras lahir 27 Juli 1942
di Cot Girek Kebon Nanas Tali Kecamatan LhokSukon Aceh Utara. Ayah bernama
Mudjiono dan Ibu Ngadimah (Sebagai kuli kontrak di Kebon Cot Girek), Pada waktu
itu keadaan tidak menentu karena zaman perang dan penjajahan jepang, masyarakat
Cot Girek makan seadanya. Jagung dan ubi adalah yang utama. Pada tahun yang
sama bapak ayah akelaras Alm. Mudjiono terlibat dalam kerja rodi oleh Jepang ke
Desa Lhok Nga, Kutaraja (Banda Aceh) untuk membuat lapangan terbang. Ibu
Akelaras, Almh. Ngadimah melarikan diri dari rumah perkebunan karena hendak
diambil oleh Jepang untuk Rodi dan bersembunyi dirumah ampunleman di Desa punti
Lhoksumawe dan akelaras dititipkan
kepada saudara satu kapal ( orang lain yang dianggap sebagai saudara kandung )
yaitu Almh.Sagem dan suaminya bernama Alm. Poniran , dan disusukan kepada
Almh.Sagem karena pada waktu ia melahirkan anaknya meninggal dunia dan akelaras
dijadikan anak angkat olehnya hingga tahun 1949. Pada tahun 1949, Ibu akelaras
ngadimah pulang ke Cot Girek , karena keadaan sudah merdeka N.Akelaras dibawa
ke Medan dan tinggal perbaungan ( KebonBatang Terap ) pada waktu itu Alm. Bapak
Marjono sudah berpisah dengan ibu akelaras dan menikah kemudian memiliki anak
bernama Kliwon. Pada waktu itu akelaras baru mengetahui siapa Ibu/ Bapak nya
yang sesungguhnya karena selama itu tidak ada yang memberi tahu, dengan
sepengetahuan ibu Sagem/ Bapak Poniran.
Pada tahun 1958 Tamat dan lulus
sekolah Rakyat dan masuk SMP Negeri Perbaungan, dan menjadi ketua Kelas dari
kelas I hingga kelas III, Kegiatan disekolah selalu diIkuti sebagai ketua
Olahraga, bendahara Gerakan Siswa Nasional Indonesia ( BSNI ) dan seksi tari Lembaga
Kebudayaan Nasional (LKN) di kecamatan Perbaungan, Tahun 1961 tamat dari SMP
dan pindah ke Kecamatan Tg. Morawa karena orang tua pensiun melanjutkan sekolah
Ke STM Dwi warna Medan di JL. Irian Barat , Sambil sekolah Aktif pada kegiatan Desa
dan disekolah sebagai wakil ketua GSNI ( Gerakan Siswa Nasional Indonesia)
hingga tamat dari sekolah.
Tamat dari STM Dwi warnatahun 1965
bekerja sebagai kader teknik di PPN Karet 3, keaktifan di Desaterus dilakukan,
tahun 1967 keluar dari PTPN III dan bekerja di Airport Restaurant medan sambil
kuliah Selama menetap di Tg. Morawa, Areal Tanaman seluas 11.800 sejak tahun
1962 di tanami lada, pepaya dan lain-lain .Sambil berbudidaya lada juga membuat
bibit lada dan pembuat bibit lada pertama di sumatera utara. Tahun 1977 keluar
dari Airport Restaurant bekerja pada PT Turba. Jati Purnadi Lhok Nga , Banda
Aceh. Setelah selesai proyek pabrik semen di panggil ke jakarta dan bekerja
pada PT. Tur Bajurong (Perusahaan Internasional ) dan ditempatkan di Proyek
Pembangkit Listrik Suralaya, Cilegon Jawa Barat. Dan berkerja sebagai tukang
Las. Dan terakhir sebagai Mandor pada penyambungan-penyambungan pipa gas. Tahun
1983 Atas permintaan sang Ibu kembali ke Tg. Morawa dan menetap di Lahan semula,
saat itu kembali mengurus penangkaran tanaman bibit lada, bibit pepaya dan
cengkeh . Sewaktu di Desa Kegiatan Desa juga terus dilakukan, dan nama sekolah
sekar gunung sudah menjadi Taman Siswa cabang Bangun Sari karena sekolah tidak
berjalan pada semestinya uang SPP anak-anak terbengkalai maka majlis cabang
mengundang akelarasa ke sekolah untuk membicarakan kelangsungan belajar
mengajar disekolah taman Siswa bangun sari. Keputusan rapat majlis dan orang
tua murid memilih akelaras sebagai kepala sekolah untuk sekolah dasar (TamanMuda
) dan SMP (Taman Dewasa), namun cakelaras hanya menyanggupi bukan sebagai
kepala sekolah karena akelaras tidak mempunyai pendidikan kursus sekolah. Dan
menangani sekolah dengan keadaan sekolah yang memprihatinkan maka semua honorer
yang didapat digunakan untuk tambahan kebutuhan operasional sekolah . Untuk
menutupi uang sekolah anak-anak yang tertunggak, seizin majlis dikumpulkan wali
murid untuk mintaIzin supaya anak-anak belajar membuat bibit, hasilnya sangat
baik dan dipasarkan kepada teman-teman calon di Gg Darmo, sehingga kelebihan uang
dari penjualan tanaman di bagi kepada anak-anak secara merata dibuat tabungan
sekolah. Dan di lokasi sendiri bibit-bibit ini tanpa sengaja berkembang menjadi
bibit durian, bibit coklat dan lain-lain. Semuanya dikerjakan dan oleh
anak-anak sekolah yang masuk sekolah pagi, bekerja sore. Dan masuk sore kerja
pagi.
Setelah aktif di tingkat desa dan
kecamatan, tahun 1989 N. Akelaras ditawarkan untuk menjalin kerja sama dengan
salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM) Nasional yang bernama Bina Trampil
Perdesaan sebagai pembina masyarakat pada 6 Kabupaten di Sumatera Utara untuk
dunia penangkar tanaman. Dan ke enam kabupaten yang dibina saat ini menjadi
suplier terbesar penangkar tanaman wilayah Sumatera Utara. Berhasil di
tingkat kabupaten, sejak tahun 1997 hingga saat N. Akelaras kembali bekerja
sama dengan berbagai LSM atau NGO tingkat Internasional , untuk menyumbang
puluhan ribu tanaman pada pelatihan-pelatihan di tingkat Propinsi Sumatera Utara
dan Nanggroe AcehDarussalam. Pada tahun 2012, N. Akelaras Membentuk Asosiasi
Penangkar Tanaman tingkat kabupaten bersama dewan pertimbangan ASPENTA Sumatera
Utara, sebagai wadah asosiasi kukuh para penangkar tanaman hingg atingkat
kabupaten dan kecamatan.
Prestasi yang diraih oleh Akelaras
1. Piagam Pengakuan , Walikota Madya
Medan yang telahberpartisipan dalam Penataran Pelaksanaan Pedoman Penghayatandan
pengalaman Pancasila ( P-4 ) kepada mereka yang aktif padaDunia Pendidikan.
Pada tanggal 29 Oktober 1986.
2. Sertifikat, Dari Organisasi Pangan
Dunia PBB , FAO (Food and Agriculture Organization of the United Nation)
kepada Usaha Pembibitan TANI MAS , milik N. Akelaras , yang telah bekerja
samadalam pengadaan bibit buah-buahan dalam program rehabilitasi hutanpantai
untuk rekonstruksi Aceh pasca Tsunami, Pada tanggal 30 Mei 2007.
3.
Sertifikat
dari GTZ (German Organisation
for Technial Cooperation) sebuah NGO kerja sama pemerintah Indonesia dan Republik
Federal Jerman dalam membina kegiatan pelatiahan dan pembinaan kelompok-kelompok
tani wilayah Pidie, Nanggroe Aceh Darusalan 26- 31 Agustus 2007.
4. Sertifikat dari Non Goverment
Organization Unit Management Leuser (UML ) dalam program Pelestarian Taman
Nasional Gunung Leuser
5.
Di
Awal tahun 1997, N. Akelaras bersama UML ( Unit Manajemen Leuser) berpartisipasi
membantu penghijauan penanaman 100.000 Tanaman di Hutan Lindung Gunung Air,
Kabupaten Dairi. Untuk mereboisasi hutan yang diambil masyarakat agar di
hijaukan kembali.
6.
Berpartisipasi
Membantu penghijauan penanaman pohon di AlasNapal, Langkat pada hutan lindung
yang digarap kembali olehTaman Nasional Gunung Leuser ( TNGL) menyumbang lebih
dari5000 tanaman yang terdiri dari daun salam , bibit durian, anakemdan cempedak.
7.
Tahun
1998 hingga 2004 membina dan melatih masyarakat besertamembantu penghijauan
pada 15 Kabupaten di sekitar ekosistemleuser propinsi Sumatera Utara dan
Nanggroe Aceh Darussalam ,bekerja sama dengan Unit Management Leuser ( UML )
yang telahmanjalin hubungan dengan European Union Funded Consultants .Program
ini bertujuan untuk mengelola dan menjaga EkosistemLeuser seluas 2.6 Juta
Hektar , yang diharapkan menjagakeseimbangan alam , satwa dan manusia
8.
Tahun
2005 hingga saat ini , membentuk kelompok-kelompok tanipada beberapa kabupaten
di Nanggroe Aceh Darussalam bekerjasama dengan NGO KEUMANG, USAID dan GTZ pasca
Bencanatsunami yang menimpa Aceh dan Sekitarnya.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
Mereka yang menjadi wirausaha adalah
orang-orang yang mengenal potensi dan belajar mengembangkannya untuk menangkap
peluang serta mengorganisasi usaha dalammewujudkan cita-citanya. Kewirausahaan Merupakan
kemampuan kreatif dan inovatif, jeli melihat peluang dan selalu terbuka untuk
setiap masukan dan perubahan yang positif yang mampu membawa bisnis terus
bertumbuh serta memiliki nilai. Salah
satu pendorong terciptanya inovasi selain perubahan dan keharusan untuk
beradaptasi adalah kesadaran akan adanya celah antara apa yang ada dan apa yang
seharusnya ada, dan antara apa yang diinginkan oleh masyarakat dengan apa yang
sudah ditawarkan ataupun dilakukan oleh pemerintah, sektor swasta maupun
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
DAFTAR PUSTAKA
https://media.neliti.com/media/publications/223703-membangun-usaha-kreatif-inovatif-dan-ber.pdf [23 juni 2018] [10.00 WIB]
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2015/08/30/183462/sang-pengusaha-bibit-tanaman-peraih-kalpataru/ [23 juni 2018] [12.20 WIB]
Komentar
Posting Komentar